Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman menjadi sorotan publik akibat sejumlah pernyataan dan kebijakan yang memicu kegaduhan di sektor perumahan. Kontroversi ini terutama berkisar pada tudingan terhadap pengembang perumahan yang dianggap nakal, wacana rumah gratis, penurunan harga rumah, dan terbaru batasan maksimal penghasilan penerima rumah subsidi yang dinilai mengganggu ekosistem perumahan. Kritik tersebut berasal dari asosiasi pengembang seperti REI dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia atau Apersi. Bahkan pada 18 Februari lalu, lima asosiasi pengembang yakni REI, Apersi, Appernas Jaya, Himperra, dan Asprumnas menggelar konferensi pers bersama menyatakan kekecewaan terhadap gaya kepemimpinan Maruarar yang dinilai kontraproduktif dan merusak ekosistem perumahan yang telah terbangun selama puluhan tahun. ( tbu )



