Raksasa ritel mode asal Amerika Serikat, Forever 21, mengajukan perlindungan kebangkrutan, disaat perusahaan mengalami perlambatan penjualan akibat meningkatnya persaingan dari e-commerce. Forever 21 berniat mengecilkan penjualan di toko fisik, sekaligus melakukan proses penjualan dan pemasaran untuk sebagian atau semua asetnya. Langkah itu selaras dengan pengumumannya beberapa pekan lalu, yang akan melakukan PHK terhadap 700 karyawan. menurut dokumen dipengadilan kebangkrutan Distrik Delaware, Forever 21, mencatatkan estimasi asetnya dalam kisaran 100 hingga 500 juta dolar amerika, dengan kewajiban sekitar 1 miliar dolar amerika. ( ben )




