Presiden Tiongkok Xi Jinping dilaporkan meremehkan ancaman deflasi yang menghantam. Meski konsumen bisa mendapatkan keuntungan dari penurunan harga, deflasi yang terus-menerus dinilai bisa menyebabkan penurunan belanja dan investasi. Hal ini cukup mengkhawatirkan para penasihat Partai Komunis sehingga mereka menyiapkan laporan yang memperingatkan Tiongkok dapat tergelincir ke dalam spiral deflasi tanpa langkah-langkah yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan. Namun Xi menepisnya dan menilai deflasi tidak buruk. Perekonomian Tiongkok terjebak dalam pertumbuhan yang melambat secara drastis ditengah kejatuhan real estat, lemahnya permintaan konsumen dan tingkat utang yang tinggi. Akibatnya, harga-harga konsumen stagnan dan tertatih-tatih dalam deflasi sementara harga-harga produsen terperosok dalam deflasi selama berbulan-bulan. Konsumen memang diuntungkan dengan harga barang yang lebih murah. Namun, deflasi ekonomi yang terus-menerus juga dapat memicu lingkaran setan berupa penurunan belanja dan investasi yang menyebabkan pertumbuhan lebih lemah dan pengangguran lebih tinggi. ( tbu )




