Senin 14 Oktober kemarin, pabrikan mobil Stellantis mengatakan, bea masuk Uni Eropa untuk mobil listrik buatan Tiongkok akan mempercepat penutupan pabrik mobil di Eropa. Pasalnya, tarif bea masuk akan mendorong produsen mobil Tiongkok untuk membangun fasilitas di Eropa, sehingga potensial menambah masalah lainnya, berupa kelebihan kapasitas. Tercatat, Memproduksi mobil di Eropa akan memungkinkan produsen mobil dari seantero Asia, untuk menghindari bea masuk atas EV yang di berlakukan oleh regulator Uni Eropa. Kondisi itu mulai terlihat, setelah raksasa EV Tiongkok, lebih memilih membangun pabriknya di Hungaria. ( ben )



