Perusahaan Jepang meninggalkan bisnisnya di Tiongkok, setelah bertahun-tahun menjadi investor, ditengah resiko geopolitik dan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Sejak bulan Juli lalu Nippon Steel mengatakan keluar dari usaha patungannya di Tiongkok, serta di ikuti oleh Mitsubishi Motors yang menghentikan operasinya akibat merosotnya penjualan mobil seiring tren peralihan Tiongkok ke kendaraan listrik. Menurut Survey Bloomberg, hampir setengah dari keseluruhan perusahaan Jepang yang beroperasi di Tiongkok mengatakan, mereka tidak akan mengeluarkan lebih banyak investasi bahkan berniat memangkasnya pada tahun ini. Perusahaan Jepang menyebutkan, kenaikan upah, penurunan harga, dan masalah geopolitik jadi kendala terbesar harus di hadapi. (kontan/ben)




