Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal

Para pengamat ekonomi membeberkan penyebab Indonesia sering dibanjiri barang impor dari Tiongkok hingga mengancam industri dalam negeri. Wacana pengenaan bea masuk hingga 200 persen untuk produk impor Tiongkok itu juga dianggap bukan solusi. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal mengatakan, adanya kesepakatan dagang dalam Asean China Free Trade Agreement menjadi salah satu penyebab maraknya produk impor asal Tiongkok banjiri pasar-pasar di Asean termasuk Indonesia. Sementara Bea masuk produk impor dari Tiongkok hingga 200 persen dinilai bisa membuat Tiongkok melakukan retaliasi, sama seperti yang dilakukan terhadap Uni Eropa. Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri mengatakan, alih-alih membuat aturan baru, pemerintah sebaiknya membenahi implementasi kebijakan impor yang ada. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *