Wacana pemberlakuan pembatasan usia kendaraan bermotor di Daerah Khusus Jakarta masih menjadi perdebatan hangat. Mengingat, kebijakan itu memiliki dampak sangat panjang terhadap masyarakat. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, 49,2 persen masyarakat di Jakarta tidak setuju dengan pembatasan kendaraan. Alasan utamanya, tak semua orang bisa beli mobil atau sepeda motor baru. Demikian hasil survei lembaga Kedai KOPI yang dilakukan sepanjang 11 sampai 14 Juni 2024 dengan melibatkan 445 responden. 54,7 persen masyarakat yang tidak setuju, beralasan kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih sulit jika harus membeli kendaraan baru secara berkala setiap 10 tahun sekali. Faktor kedua terbesar, adalah masyarakat lebih menginginkan agar pemerintah berfokus kepada kelayakan kendaraan alih-alih usia kendaraan. ( tbu )




