Tekanan yang dialami industri tekstil sejak masa pandemi Covid-19 terus berlanjut hingga saat ini. Penurunan pasar ekspor maupun pasar domestik terus menghantui industri ini. Hal itu terjadi lantaran pangsa pasar mereka terus direbut produsen dari negara lain, terutama produsen tekstil asal Tiongkok. Bahkan, pasar domestik pun turut tergerus lantaran digempur tekstil impor asal Tiongkok. Alhasil, banyak pabrik tekstil berguguran dan imbasnya PHK tidak bisa dihindari. Konfederasi Serikat Pekerja Nasional menyebut, pada bulan Mei lalu ada empat pabrik tekstil yang tutup dan melakukan PHK ribuan karyawannya. Data KSPN mencatat sejak 2020 hingga awal 2023, sudah lebih dari 58 ribu karyawan tekstil terkena PHK. Sedangkan sejak awal 2023 hingga Mei 2024 ada sekitar 7200 pekerja yang terkena PHK. ( tbu )




