Emiten maskapai penerbangan Garuda Indonesia, tahun lalu mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 40 persen menjadi 2,9 miliar dolar amerika. Pendapatan usaha tersebut antara lain didorong oleh pendapatan penerbangan berjadwal yang naik 41 persen menjadi 2,3 miliar dolar amerika. Kondisi itu, sejalan dengan pergerakan masyarakat yang menggunakan transportasi udara di fase pasca pandemi yang terus bergerak mendekati situasi sebelum pandemi. Selaras dengan penerbangan berjadwal, pendapatan penerbangan tidak berjadwal Garuda Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan hingga 65 persen menjadi lebih dari 288 juta dolar amerika. ( ben )



