Ekonom Bank Central Asia memproyeksikan defisit transaksi berjalan berpotensi lebih tinggi pada kuartal pertama 2024, akibat aktivitas impor yang lebih tinggi. Tercatat, pada tahun lalu defisit transaksi berjalan mencapai 1,6 miliar dolar amerika atau setara 0,1 persen dari Produk Domestik Bruto, PDB. Kepala Ekonom BCA, David Sumual mengatakan, pada tahun ini belanja pemerintah bakal lebih tinggi, sehingga berdampak pada tingginya impor. Adapun Proyeksi defisit transaksi berjalan pada kuartal pertama 2024 masih tipis dikisaran minus 0,1 persen sampai 0,2 persen dari PDB. Disebutkan, meski neraca perdagangan mengalami surplus dalam 46 bulan berturut-turut, namun nilainya semakin kecil. ( ben )



