Pemerintah menilai ekonomi Indonesia pada lima tahun kedepan akan dipenuhi tantangan besar. Hal ini terungkap saat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2025-2029. Bappenas mengatakan dari sisi risiko ekonomi global dalam 5 tahun yang telah dipetakan Bappenas, setidaknya ada sembilan risiko global yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, termasuk di domestik. Di antaranya dari yang risiko tinggi sampai terendah, yakni risiko kegagalan climate action, cuaca ekstrem seiring perubahan iklim, deglobalisasi, krisis lapangan kerja, krisis utang, konfrontasi geoekonomi, risiko kegagalan cybersecurity, biodiversity loss, hingga asset bubble burst atau peningkatan harga aset secara cepat. Terdapat berbagai isu jangka menegah yang harus diantisipasi pemerintah mendatang, mulai dari dampak hilirisasi yang mulai terasa bagi perekonomian, serta aging population atau menuanya populasi di negara-negara maju hingga usia produktif di negara maju turun. ( tbu )




