Program pengembangan mobil listrik tidak semulus dicita-citakan, bukan saja di Indonesia, melainkan juga di negara maju sebagai pasar terbesarnya seperti Amerika Serikat. Program EV di Amerika serikat justru jadi ajang gebuk-gebukan politik antara kubu Republik diwakili Donald Trump dengan Presiden Joe Biden. Serikat Pekerja Otomotif Amerika UAW tengah menggelar aksi mogok kerja di Michigan. Mereka menyasar tuntutan ke Ford, General Motors, dan Stellantis. Para buruh menilai program pengembangan EV bakal mengikis lapangan kerja, hingga menurunkan benefit bagi buruh. Hal itu seiring pabrikan mengejar efisiensi ditengah perlombaan meraih pasar lebih besar serta tren perang harga. Ditengah kemelut itu, Donald Trump ikut mendukung aksi buruh. (bisnis-tbu)



