Sebuah teknologi panel surya baru kini sedang dikembangkan di Stanford yang mampu tetap mengumpulkan energi saat malam hari. Para peneliti di Stanford memodifikasi panel surya yang tersedia secara komersial untuk menghasilkan sejumlah kecil listrik di malam hari dengan memanfaatkan proses yang dikenal sebagai pendinginan radiatif. Teknologi ini dapat mengandalkan ruang hampa udara yang sangat dingin. Penelitian ini dipublikasikan pada awal April di Applied Letters in Physics. Shanhui Fan, peneliti utama proyek itu mengatakan, dinginnya luar angkasa juga merupakan sumber energi terbarukan yang sangat penting. Sementara panel yang dimodifikasi menghasilkan sejumlah kecil energi dibandingkan dengan apa yang dilakukan panel surya modern di siang hari. ( tbu )



