Amerika Serikat mengaitkan peretas atau hacker Korea Utara di balik pencurian kripto besar-besaran bulan lalu senilai 615 juta dolar amerika, atau setara 8,8 triliun rupiah dari pemain game online, Axie Infinity. Pemain dapat memperoleh kripto melalui permainan game atau memperdagangkan avatar mereka. Peretasan itu disebut salah satu terbesar yang pernah menghantam dunia kripto. Para pejabat Amerika Serikat mengaitkan pelanggaran itu dengan kelompok yang disebut Lazarus, yang diyakini dikendalikan oleh biro intelijen utama Korut. Lazarus Group menjadi terkenal pada 2014 setelah mereka dituduh meretas Sony Pictures dan membocorkan data rahasia ke publik. ( tbu )



