Jerman

Jerman mengancam akan menutup Telegram jika layanan perpesanan itu terus melanggar hukum yang berlaku di negara tersebut. Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan, Telegram akan dilarang jika terus terbukti banyak digunakan oleh kelompok sayap kanan dan orang-orang yang menentang pembatasan terkait pandemi. Dia menambahkan, saat ini Jerman sedang berdiskusi dengan mitra di Uni Eropa tentang cara mengatur Telegram. Telegram merupakan aplikasi perpesanan yang telah berkembang dan jadi salah satu cara termudah menggunakan layanan obrolan terenkripsi dengan pesan yang dilindungi dari pengintaian. Namun, fitur-fitur itu mengundang kontroversi lantaran memungkinkan para kriminal dan kelompok lainnya mengatur strategi menghindari tindakan hukum. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *