Sektor manufaktur Indonesia masih tertekan. Namun tekanan itu sepertinya sudah mulai mereda. S and P Global melaporkan aktivitas manufaktur yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index PMI Indonesia periode Juli adalah 49,2. PMI dibawah 50 menandakan aktivitas yang mengalami kontraksi, bukan ekspansi. Indonesia sudah berada di zona kontraksi selama 4 bulan berturut-turut. Namun, kontraksi pada Juli sudah jauh membaik. Bulan sebelumnya, skor PMI manufaktur Tanah Air ada di 46,9. Produksi dan pemesanan baru masih turun. Namun dalam laju yang melandai. Permintaan ekspor masih turun. Sedangkan penciptaan lapangan kerja dan pembelian bahan baku juga masih berada di teritori negatif. ( tbu )




