Ditengah ketidakpastian ekonomi dan anjloknya permintaan di sektor perumahan, konsumen di Tiongkok menjadi lebih sensitif terhadap harga. Alhasil, produsen mobil menawarkan diskon besar-besaran serta menurunkan harga jual, didorong dengan subsidi pemerintah. Raksasa e-commerce, seperti Alibaba, JD.com dan Meituan berlomba-lomba menawarkan promosi gila-gilaan. Namun, kondisi itu dinilai tak sepenuhnya menguntungkan konsumen. Menurut seorang warga Beijing, penurunan harga justru memicu ketidakpastian. Dibalik harga murah, tersimpan biaya tersembunyi yang dapat berdampak negatif ke konsumen. Beberapa pembeli di Tiongkok mengakui keselamatan dan kualitas menjadi korban ketika produsen mobil mengambil jalan pintas demi menawarkan harga murah. ( tbu )




