Presiden Direktur emiten Unilever Indonesia, Benjie Yap, menanggapi dampak kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan Amerika Serikat terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurutnya, dampak tarif Amerika terhadap Unilever Indonesia tergolong minim, lantaran mayoritas produknya diproduksi dan dijual di pasar domestik. Tercatat, sepanjang triwulan pertama 2025, penjualan perusahaan utamanya berasal dari segmen dalam negeri mencapai 9,1 triliun rupiah, atau menurun dari periode sama di tahun lalu, yang sebesar 9,7 triliun. Sementara segmen ekspor tercatat sebesar 322 miliar rupiah, atau meningkat dari posisi tahun sebelumnya senilai 286,4 miliar. ( ben )




