Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan LG Energy Solution tidak mengundurkan diri dari sebagian investasinya di proyek ekosistem baterai, tetapi Pemerintah Indonesia yang meminta LG mundur lantaran negosiasinya berjalan terlalu lama. Rosan mengatakan negosiasi dengan LG telah berjalan selama lima tahun sejak 2020. Untuk itu pemerintah Indonesia yang memutuskan kerjasama itu, berdasarkan surat tanggal 31 Januari 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM RI. Rosan mengaku, surat itu diterbitkan untuk LG lantaran investor Tiongkok Huayou telah menyatakan keinginannya berinvestasi pada sektor ekosistem baterai. Keinginan Huayou masuk dalam konsorsium proyek baterai di Indonesia itu diungkap sejak 2024. Sebenarnya dalam konsorsium LG itu memang sudah ada Huayou, sehingga sekarang Huayou yang menjadi leading consortium. ( tbu )




