Belum usai persoalan pelemahan daya beli, Indonesia kini menghadapi problem krusial: perubahan pola konsumsi yang ditandai dengan munculnya fenomena baru, yakni lipstick effect dan doom spending. Ini adalah perilaku belanja yang lebih mengedepankan gengsi dan trendi. Jika tidak diantisipasi dengan tepat, ini bisa menjadi bom waktu bagi ekonomi. Laporan Mandiri Spending Index MSI terbaru menyebutkan, sejak kuartal keempat 2023, porsi belanja masyarakat atas produk lifestyle meningkat. Pada Desember 2024, proporsi belanja lifestyle bahkan sudah 20 koma 7 persen, naik tajam dibandingkan akhir tahun sebelumnya yang 15 koma 4 persen. Sebaliknya, belanja produk non-lifestyle seperti keperluan pokok cenderung turun dari April 2024 dengan proporsi 40 koma 5 persen menjadi 38 koma 9 persen pada Desember 2024. Pada saat yang sama ada penyusutan tabungan masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. ( tbu )



