Perusahaan dirgantara eropa, Airbus, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja, PHK, sebanyak 2 ribu 500 pekerja di divisi Pertahanan dan Antariksa, sampai tahun 2026. Jumlah PHK itu setara 7 persen dari total pegawai Airbus, serta di dasari oleh upaya efisiensi di unit bisnis alat pertahanan serta sistem antariksa, termasuk OneSat, yang sejauh ini membutuhkan biaya besar, sementara banyak anggaran pertahanan cenderung mengalami penundaan dan kenaikan beban. Rencana PHK tersebut, pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Perancis, AFP, setelah mengikuti tinjauan efisiensi yang telah berlangsung lama. ( ben)



