Singapura memperketat celah aktivitas Money Laundry, dan Jumat 4 Oktober ini mengumumkan langkah-langkah baru untuk mengatasi aksi pencucian uang. Langkah itu antara lain mencakup berbagi data antar-lembaga, menutup perusahaan dan saluran yang tidak aktif, hingga program untuk membuat sector bisnis melaporkan aktivitas yang mencurigakan. Kerangka kerja yang diperketat tersebut mengikuti pembentukan komite setingkat menteri untuk meninjau aturan setelah ditemukannya jaringan pencucian uang besar-besaran pada tahun lalu. Kasus itu mengakibatkan penyitaan aset lebih dari 2,2 miliar dolar amerika, dan penahanan 10 orang asing yang terlibat mencuci uang dalam jumlah besar di Singapura. ( ben )




