Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, salah satu alasan APBN 2025 dipatok defisit sebesar 2,53 persen atau setara 616,2 triliun rupiah dari PDB untuk memastikan keberlanjutan program Presiden Jokowi usai lengser pada Oktober nanti. Sri Mulyani menjelaskan, defisit anggaran 616,2 triliun pada tahun pertama pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto tersebut untuk menjaga tingkat keseimbangan antara 3 hal. Satu, keberlanjutan program-program prioritas pemerintah Jokowi. Kedua, untuk memberi ruang ke pemerintahan Prabowo nantinya melaksanakan program-program yang sesuai dengan janji-janji kampanyenya. Ketiga, untuk tetap menjaga kesinambungan fiskal pada jangka menengah panjang. Sri Mulyani tidak menampik, untuk mengakali defisit anggaran tersebut pemerintah merancang harus menarik utang. Namun dia menyatakan pembiayaan utang tersebut akan terus dikelola secara hati-hati.




