Sebagian besar negara di dunia tiba-tiba mengalami Blue Screen of Death atau layar biru pada Jumat pekan lalu. Namun ada satu negara yang lolos dari insiden tersebut yaitu Tiongkok. Alasannya sebenarnya cukup sederhana, lantaran CrowdStrike jarang digunakan disana. Di Tiongkok sangat sedikit organisasi atau lembaga yang membeli perangkat lunak dari perusahaan Amerika. Selain itu mereka tidak terlalu bergantung pada Microsoft seperti negara-negara lain di dunia. Perusahaan domestik seperti Alibaba, Tencent dan Huawei merupakan penyedia cloud yang cukup tersohor di sana. Jadi laporan BSOD di Tiongkok ketika terjadi pemadaman massal, sebagian besar berasal dari perusahaan atau organisasi asing. Di situs media sosial Tiongkok misalnya, beberapa pengguna mengeluh mereka tidak dapat check-in ke jaringan hotel internasional seperti Sheraton, Marriott, dan Hyatt di kota-kota Negeri Tiongkok. ( tbu )



