Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, AFPI menyebutkan, meningkatnya tingkat resiko kredit macet secara agregat di industry Fintech lending atau TWP90 pada bulan Mei 2024, diakibatkan peningkatan penyaluran pinjaman, terutama selama periode Ramadan dan Lebaran. Tercatat, TWP90 fintech peer to peer lending pada bulan Mei 2024 mencapai 2,91 persen, atau lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 2,79 persen. Untuk itu, AFPI mendorong penyelenggara fintech lending anggotanya, untuk meningkatkan penilaian kredit, melakukan pemantauan kinerja debitur, serta mendeteksi potensi gagal bayar sedini mungkin. ( ben )



