Proyek data center bawah laut milik Microsoft resmi ditutup. Project Natick bertahan hampir 9 tahun setelah dimulai tahun 2015 lalu. Microsoft mengatakan hasil proyek itu membuat timnya belajar banyak. Penerapan data center itu kemungkinan juga akan diterapkan pada kasus lain. Pusat data bawah laut diuji pertama kali di lepas pantai Skotlandia tahun 2018. Saat itu, 855 server berada di bawah permukaan layt selama lebih dari dua tahun. Hasilnya hanya enam server yang gagal. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit saat uji coba darat sebelumnya, yakni 8 yang gagal dari 135 server yang disediakan. Pemimpin Project saat itu mengatakan tingkat keberhasilannya itu lantaran tidak ada manusia yang langsung berinteraksi dengan server. Proyek itu menempatkan server dalam kapsul dan menggunakan nitrogen yang tak terlalu korosif untuk menggantikan oksigen. (cnbc-tbu)




