Neraca Perdagangan Indonesia telah 49 bulan berturut-turut mengalami surplus. Meski masih surplus, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti besaran surplusnya yang makin menurun dari tahun ke tahun. Menurutnya, sejak 2022 ekspor Indonesia meningkat pertumbuhannya, namun kini ekspor justru mengalami penurunan signifikan, sehingga nilai surplus turun cukup besar. Dia memaparkan secara tahunan saja, nilai surplus neraca dagang kumulatif Januari-Mei 2024 turun 3,4 persen dari 2023. Di Januari-Mei 2023 surplus neraca dagang mencapai 16,47 miliar dolar amerika, di tahun ini pada rentang waktu yang sama jumlahnya turun menjadi 13,06 miliar dolar amerika. Menurutnya, sejauh ini neraca dagang masih bisa surplus di bulan Mei 2024 disebabkan oleh menurunnya kinerja impor yang terkontraksi 8,8 persen secara year on year. Sementara itu, bila dilihat nilai ekspor hanya naik sekitar 2,9 persen. ( tbu )




