Survei Bank Indonesia mencatat, kinerja penjualan eceran pada bulan April 2024 mengalami penurunan 2,7 persen, menjadi 236,3 poin, setelah sebelumnya mengalami pertumbuhan tinggi saat momentum Ramadan pada bulan Maret. Ekonom Bank Permata menyebutkan, kontraksi penjualan eceran pada bulan April, juga dipengaruhi periode libur Idul Fitri dan cuti bersama yang panjang sehingga mempengaruhi penjualan dari pedagang. Disebutkan, kondisi biaya hidup masyarakat cenderung meningkat, terutama dipengaruhi oleh dampak potensi peningkatan biaya hidup yang selama ini dirasakan seperti tarif efektif rata-rata pajak penghasilan, harga beberapa komoditas pangan yang masih tinggi, hingga tekanan biaya pendidikan. ( ben )




