Lembaga keuangan Amerika Serikat, Morgan Stanley, menurunkan rekomendasi atas saham-saham di bursa Indonesia menjadi, underweight, dalam portofolio investasinya di pasar Asia dan emerging markets. Penurunan rekomendasi tersebut, didasari kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal Indonesia ke depan dan tren menguatnya nilai dolar Amerika. Hasil riset Morgan Stanley yang diungkap tanggal 10 Juni kemarin menyebutkan, kebijakan fiskal seperti program makan siang dan susu gratis yang dijanjikan Presiden terpilih Prabowo Subianto, berpotensi membebani keuangan negara secara signifikan, yang potensial berdampak terhadap prospek pendapatan perusahaan-perusahaan di tanah air. Perubahan rekomendasi Morgan Stanley dilakukan, saat indeks dolar Amerika mulai menguat menjelang keputusan suku bunga oleh Federal Reserve minggu ini. ( ben )




