Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu mengakui saat ini bursa karbon masih minim transaksi meski sudah meluncur sejak September 2023. Menurut Kementerian keuangan, minimnya transaksi yang terjadi sepanjang delapan bulan ini sejalan dengan rendahnya kesadaran masyarakat akan perubahan iklim. Para pihak masih banyak yang belum tahu bahwa ada nilai ekonomi karbon yang dapat di monetisasi. Secara umum, potensi sumber pengurangan karbon di Indonesia luar biasa melimpah. Pasalnya, potensi bursa karbon Indonesia mencapai lebih dari 3 ribu triliun rupiah. Untuk itu, perlu untuk menggairahkan pasar bursa karbon ke semua pihak untuk dapat melakukan penguaran CO2 dan mendapatkan manfaat dari bursa karbon. ( tbu )




