Pemerintah Amerika Serikat mewajibkan Bytedance menjual bisnis Tiktok dalam enam bulan kedepan jika tidak akan diblokir di Amerika Serikat. Namun ini bisa jadi masalah baru lantaran prosesnya yang kompleks dan sulit. Perkiraan seorang analis keuangan, Tiktok kemungkinan terjual di harga 100 miliar dolar amerika atau seribu 574 triliun rupiah. Masalah yang kemungkinan harus dihadapi rancangan undang-undang tersebut salah satunya, Tiongkok kemungkinan akan melawan. Selain itu, Tiktok juga diramal tak bisa memenuhi tenggat waktu penjualan. Harga yang tinggi juga bisa jadi masalah lainnya lantaran tidak banyak pembeli yang berminat. Namun melihat potensi dari TikTok, banyak pihak yang siap mengakuisisi aplikasi populer itu. Bobby Kotick, mantan kepala raksasa video game Activision Blizzard, dan Kevin O’Leary, investor Kanada dari acara TV “Shark Tank,” telah menyatakan minatnya pada kesepakatan TikTok. ( tbu )



