Bursa Efek Indonesia hari ini resmi mencatatkan perdagangan karbon pertamanya, dengan nilai transaksi saat pembukaan sekitar 32 miliar rupiah. Pada pembukaan perdagangan, terdapat 13 transaksi bursa karbon, serta melibatkan lebih dari 459 ribu ton CO2 ekuivalen, dengan harga rata-rata perdagangan karbon sebesar 69 ribu 600 rupiah per-unit karbon. Sebelumnya, BEI akan memberikan insentif biaya transaksi kepada Pengguna Jasa Bursa Karbon dengan memangkas 50 persen dari biaya tersebut. Diskon ini berlaku hingga 31 Oktober 2023. Dengan begitu, biaya transaksi untuk pasar regular dan negosiasi hanya dipungut 0,05 persen dari nilai transaksi. ( ben )



