Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, sampai akhir bulan Juni kemarin laju pertumbuhan kredit perbankan masih rendah, diangka 7,76 persen secara year on year. Pencapaian itu, masih jauh dari target yang ditetapkan sepanjang tahun ini, yang berkisar 9 hingga 11 persen, serta terjadi seiring dengan melemahnya permintaan kredit dari pelaku usaha. Menurutnya, masih lemahnya permintaan kredit, antara lain dipengaruhi oleh longgarnya sisi penawaran terkait tersedianya likuiditas perbankan, kemudian tingginya rencana penyaluran kredit, serta longgarnya standar penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan. Kondisi itu membuat Korporasi cenderung mempercepat pelunasan kreditnya, serta bersikap wait and see. ( ben )




