Perusahaan sewa rumah Airbnb memberhentikan 30 persen staf perekrutannya pekan ini, sekalipun menegaskan langkah ini bukan indikasi dari tindakan PHK yang lebih luas terhadap karyawan perseroan. PHK ini memengaruhi kurang dari 0 koma 4 persen dari total 6800 tenaga kerja perusahaan yang berbasis di San Francisco ini. Menurut Airbnb, pihaknya telah menjadi perusahaan yang lebih ramping dan lebih fokus selama tiga tahun terakhir dan menambahkan perusahaan berharap meningkatkan jumlah karyawannya tahun ini. Sebelumnya Airbnb mengatakan bulan lalu bahwa manajemen mengharapkan pertumbuhan jumlah karyawan di kisaran 2 persen hingga 4 persen pada tahun ini, dibandingkan pertumbuhan 11 persen tahun lalu. Pada 2020, ditengah pandemi Covid-19, Airbnb memberhentikan 25 persen tenaga kerjanya, atau hampir 1900 karyawan, setelah bisnisnya terpukul keras karena perjalanan global terhenti. ( tbu )




