Perusahaan finansial asal Amerika Serikat JPMorgan Chase melarang para staf menggunakan chatbot ChatGPT. Menurut seorang sumber, kebijakan JPMorgan itu diterapkan untuk seluruh karyawan dan tidak disebabkan oleh adanya masalah atau insiden, tetapi lebih ke arah pengawasan normal terhadap penggunaan perangkat lunak dari pihak ketiga. Sebagaimana diketahui, ChatGPT menjadi fenomena internet beberapa bulan belakangan. Chatbot ini bisa menyusun teks, gambar, dan media lainnya sebagai respons dari perintah singkat. ChatGPT pun diprediksi bakal jadi masa depan potensial sebagai pengganti beberapa pekerjaan, dari menulis puisi dengan gaya Shakespeare hingga menyusun portofolio saham. ( tbu )




