Philip Morris International telah menggelontorkan investasi 10,5 miliar dolar amerika atau 159 triliun rupiah untuk pengembangan, penelitian, produksi, pemasaran, dan inovasi berkelanjutan bagi produk tembakau bebas asap. Investasi itu dilakukan secara global sejak 2008. Pengembangan ini melibatkan lebih dari 980 ilmuwan, insinyur, teknisi, dan staf pendukung, termasuk dari Indonesia. Investasi itu terus digenjot untuk memberikan alternatif kepada perokok agar lebih sehat. Berdasarkan riset WHO ada proyeksi perokok di dunia akan mencapai 1 miliar orang pada 2025. (detik-tbu)




