Pemerintah Singapura, meminta seluruh pihak memenuhi komitmen kontrak komersial pasokan gas, setelah pemerintah Indonesia mulai memangkas ekspor gas alam ke Singapura, sejak Sabtu 24 oktober untuk memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri. Perdana menteri Singapura Laurence Wong menegaskan importir gas di Singapura akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, lantaran pasokan gas itu dilindungi oleh kontrak komersial. Pengurangan pasokan tersebut mencapai 31 juta kaki kubik standar atau MMSCFD per hari. Rinciannya, sebanyak 15 MMSCFD berasal dari Natuna dan 16 MMSCFD dari Sumatra. ( ben )




