Senat Brasil menyetujui amendemen konstitusi yang memangkas hari kerja dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Keputusan ini menjadi kemenangan legislatif penting bagi Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, kurang dari dua pekan menjelang putaran kedua pemilihan presiden Brasil. Reformasi ketenagakerjaan yang populer itu mendapat dukungan dari anggota parlemen lintas spektrum politik Brasil dalam dua kali pemungutan suara yang diwajibkan. Amendemen ini memangkas jam kerja dinegara dengan perekonomian terbesar di Amerika Latin itu dari 44 jam menjadi 40 jam per pekan. Kebijakan itu sekaligus mengakhiri praktik yang masih lazim diterapkan di sejumlah sektor, seperti ritel, yang mewajibkan pekerja formal bekerja selama enam hari dalam sepekan. ini menjadi perombakan terbesar terhadap hak-hak ketenagakerjaan Brasil dalam beberapa dekade terakhir. ( tbu )




