Pasar obligasi global kembali tertekan

Pasar obligasi global kembali tertekan pada Selasa 1 September kemarin, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah di sejumlah negara utama naik, mencerminkan meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral global akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan inflasi. Tercatat, Yield obligasi pemerintah Amerika bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan pasar global, naik 3,4 basis poin menjadi 4,792%. Yield tersebut sempat menyentuh 4,798%, level tertinggi sejak Januari 2025. Kenaikan yield tersebut menjadi yang kelima secara berturut-turut. Ini merupakan rangkaian kenaikan terpanjang sejak bulan Maret lalu. ( ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *