Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI mencatat produk asuransi tradisional masih menjadi penyumbang premi terbesar di industri asuransi jiwa. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengungkapkan, total pendapatan premi industri dari produk tradisional sebesar 59,03 triliun rupiah pada semester I-2026, atau menigkat 6,9% secara tahunan. Tercatat, pendapatan premi dari produk tradisional berkontribusi 62,3% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada semester I-2026 yang sebesar 94,75 triliun rupiah. Menurut AAJI, total pendapatan premi industri dari produk unitlink sebesar 35,73 triliun pada semester I-2026. Nilainya meningkat 10,3%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun porsinya sebesar 37,7% terhadap total premi industri. ( ben )




