Rencana Kementerian Kesehatan menyeragamkan desain dan warna kemasan rokok atau plain packaging dinilai berisiko menekan investasi dan memperlebar tekanan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kebijakan ini juga dikhawatirkan merembet ke industri periklanan dan sektor kreatif. Kemenaker sebelumnya mengingatkan besarnya peran industri hasil tembakau, terutama sigaret kretek tangan SKT, dalam menyediakan lapangan kerja. Satu pabrik SKT bahkan dapat menyerap ribuan pekerja. Kemenaker menilai penerapan kebijakan tanpa masa transisi dan strategi mitigasi yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan ketenagakerjaan. Risiko itu dinilai makin besar lantaran banyak buruh linting merupakan pekerja berusia produktif akhir yang telah bekerja selama puluhan tahun. Kelompok pekerja tersebut juga dinilai tidak mudah dialihkan ke sektor lain. ( tbu )




