Ekspor logam tanah jarang atau rare earth Tiongkok pada Juli 2026 turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir seiring melemahnya permintaan dari pasar luar negeri akibat perlambatan aktivitas musiman selama musim panas. Data General Administration of Customs menunjukkan Tiongkok mengekspor 4 ribu 224 metrik ton rare earth pada Juli. Volume itu turun 17,3% dibanding bulan sebelumnya dan menjadi level bulanan terendah sejak Maret 2026. Secara tahunan ekspor juga merosot 29,5% dibandingkan 5 ribu 994 metrik ton pada Juli 2025. Tiongkok merupakan produsen rare earth terbesar di dunia. Kelompok 17 mineral ini merupakan bahan baku penting untuk berbagai industri strategis, mulai dari EV, turbin angin, hingga teknologi pertahanan. (reuters-tbu)




