Negara-negara Asia Tenggara mulai kembali menjalin dialog dengan pemerintah Myanmar setelah bertahun-tahun membatasi kontak sembari menegaskan negara itu tetap harus memenuhi Konsensus Lima Poin ASEAN sebelum hubungan dapat dipulihkan sepenuhnya. Pertemuan informal itu digelar antara para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN dan Menteri Luar Negeri Myanmar Tin Maung Swe di Bangkok Minggu 12 Juli kemarin. Ini menjadi pertemuan tatap muka pertama di tingkat menteri sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan Aung San Suu Kyi dan memicu konflik berkepanjangan di negara itu. Selama beberapa tahun terakhir, ASEAN menegaskan Myanmar harus menunjukkan kemajuan dalam pelaksanaan Konsensus Lima Poin, yang menjadi peta jalan utama blok tersebut untuk menyelesaikan krisis, sebelum diizinkan kembali mengikuti pertemuan di tingkat politik. ( tbu )




