APPBI danj HIPPINDO terpukul dengan pelemahan rupiah terhadap USD. :

Nilai tukar Dolar Amerika terus menguat terhadap Rupiah. Kondisi ini mulai memukul pengusaha pusat perbelanjaan. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, biaya-biaya operasional di pusat perbelanjaan saat ini meningkat, terutama dari sisi biaya logistik. Komponen biaya yang paling terasa kenaikannya yakni harga gas alam terkompresi CNG. Harga gas CNG masih bergantung pada kurs dolar Amerika. Akibatnya, terjadi kenaikan biaya harga gas tiap bulan. Kenaikan biaya ini terjadi saat kondisi penjualan belum sepenuhnya pulih. Menurut dia, pengelola mal tidak bisa membebankan kenaikan biaya kepada para penyewa. Senada, Ketua Umum Himpunan HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan saat ini peritel belum menaikkan harga karena masih mengandalkan sisa stok barang lama. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *