Pemerintah Amerika Serikat resmi merilis pembaruan daftar perusahaan Tiongkok yang dinilai ikut menyokong dan membantu memperkuat militer Beijing Senin kemarin. Daftar hitam terbaru ini mencakup sejumlah raksasa teknologi sipil terkemuka, mulai dari perusahaan e-commerce Alibaba, penyedia mesin pencari internet Baidu, hingga raksasa otomotif kendaraan listrik BYD. Langkah tegas Pentagon ini menggantikan daftar lama yang dirilis pada awal tahun 2025. Pengumuman ini terhitung mengejutkan lantaran dirilis kurang dari sebulan setelah Presiden Amerika Donald Trump bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, dimana kedua pemimpin negara itu sepakat mempertahankan gencatan senjata perang dagang yang rapuh. ( tbu )




