Ekonomi Jepang mencatat pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama 2026, didorong oleh solidnya ekspor dan konsumsi domestik. Namun, prospek pemulihan ekonomi Negeri Sakura diperkirakan menghadapi ujian berat akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Iran dan gangguan pasokan global. Data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan produk domestik bruto PDB riil Jepang tumbuh 2,1 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibanding perkiraan median pasar 1,7 persen serta melampaui revisi pertumbuhan 0,8 persen pada kuartal Oktober-Desember sebelumnya. Pertumbuhan Jepang mencatat ekspansi selama dua kuartal berturut-turut ditopang oleh ekspor yang kuat. ( MIS )



