Gubernur baru bank sentral Korea Selatan, Shin Hyun-song, menegaskan bahwa kebijakan moneter harus dijalankan secara hati-hati dan fleksibel ditengah meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah. Shin menyebut gejolak yang dipicu perang Iran telah menciptakan tekanan pada inflasi sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini juga memicu volatilitas di pasar keuangan serta meningkatkan risiko ketidakstabilan finansial. Bank of Korea memutuskan menahan suku bunga acuan pada awal bulan ini, sembari memperingatkan bahwa prospek ekonomi ke depan sangat tidak pasti. Bank sentral juga mengisyaratkan potensi revisi naik proyeksi inflasi dan penurunan outlook pertumbuhan. Shin menambahkan, lonjakan harga minyak akibat konflik turut memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi. ( MIS )



