Produsen cokelat asal Swiss, Barry Callebaut memangkas perkiraan laba operasional tahun ini. Perusahaan yang memasok cokelat untuk es krim Magnum dan Kit Kat ini menyebut, gangguan rantai pasok akibat perang Iran dan kelebihan kapasitas pasar kakao menekan bisnis. Perusahaan yang berbasis di Zurich ini memperkirakan volume penjualan akan pulih pada paruh kedua tahun fiskal yang berakhir di 31 Agustus 2026. Tapi, Barry Callebaut memperingatkan pendapatan akan tetap berada dibawah tekanan untuk jangka waktu yang lebih lama. Barry Callebaut kini memprediksi laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT akan turun sekitar 15% tahun ini. Sebelumnya, perusahaan ini memperkirakan pertumbuhan EBIT mencapai satu digit rendah hingga menengah. EBIT setengah tahun berulang turun 4,2% menjadi 310,9 juta franc Swiss, sekitar 6,81 triliun rupiah. ( tbu )



