Pertumbuhan ekspor produk air minum dalam kemasan AMDK diperkirakan lebih moderat pada 2026. Tekanan biaya produksi imbas gejolak global dinilai menjadi pemicunya. Menurut Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara atau Amdatara, ekspor diproyeksikan tumbuh 5% pada 2026, yang mana pasar utama tetap berada di negara-negara Asia Tenggara. Disisi lain, impor produk AMDK diperkirakan tetap terkendali di level rendah sepanjang tahun, lantaran faktor produksi dalam negeri yang kuat. Namun lonjakan harga bahan baku kemasan plastik menjadi faktor utama yang menahan akselerasi kinerja industri. Biaya produksi yang meningkat membuat pelaku usaha lebih berhati-hati dalam ekspansi. ( tbu )



