Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil di seluruh Iran selama dua minggu. Keputusan ini diambil seiring semakin dekatnya para negosiator pada kesepakatan gencatan senjata yang akan membuat Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyatakan perjanjian itu akan bergantung pada persetujuan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara LENGKAP, SEGERA, dan AMAN. Munculnya titik terang ini menandai terobosan besar, yang terjadi kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu jam 20 waktu New York berakhir. Sebelumnya Trump mengancam meluncurkan gelombang serangan terhadap pembangkit listrik, jembatan, dan target lainnya jika Iran tidak membuka selat tersebut. ( tbu )



